“Bukankah Hati Kita Berkobar-kobar”: Semangat Pelayanan Warnai Ulang Tahun ke-29 Pastor Valentino Pandelaki Pr

PASTOR Neomis Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah, Pastor Valentino Pandelaki Pr, merayakan ulang tahun ke 29, 5 Maret 2026 yang dirayakan dalam misa syukur bersama umat.

Dalam khotbahnya, Pastor Valentino mengajak umat untuk belajar dari dua sosok dalam perumpamaan bacaan Injil, Lukas 16:19-31 yaitu Lazarus dan orang kaya. Kita diingatkan untuk tidak terbuai dengan kenikmatan duniawi dan mengabaikan sesama yang menderita, seperti orang kaya yang mengabaikan Lazarus.

Masa Prapaskah merupakan kesempatan untuk bertobat dan mengubah kebiasaan kita, mendengarkan sabda Tuhan sebelum kesempatan itu hilang.

“Jika sebelumnya kita masih bersikap seperti orang kaya yang tidak peduli dan menutup mata dengan sesama, mari kira mengikuti teladan Lazarus yang meskipun miskin tapi dia mendapatkan kebahagiaan di surga karena senantiasa mengandalkan Tuhan,” kata Pastor Valent.

Melalui bacaan ini kita diajak untuk berintrospeksi, bahwa meskipun di tengah kesusahan dan kesulitan yang kita hadapi saat ini, dengan mengandalkan Tuhan kita akan mendapatkan kebahagiaan di surga. Jangan sampai nanti kita menjadi seperti orang kaya yang kemudian menyesal ketika sudah berada dalam penderitaan dan meminta untuk mengingatkan keluarganya agar tidak berbuat hal yang sama dengan dengannya.

Sesudah misa, dilanjutkan dengan perayaan bersama Pastor Paroki Fransiscus Antonio Runtu, Pr dan Pastor Rekan Jan Silvianus Koraag, Pr bersama anggota DPP dan umat di pelataran gereja.

Ulang tahun kali ini menurut Pastor Valent, sapaan akrabnya sangat spesial bagi dirinya. Pasalnya ini merupakan kali pertama dirayakan sebagai imam. “Ini adalah ulang tahun pertama sebagai imam dan dirayakan bersama dengan umat di Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah,” kata Pastor Valent.

Dalam perayaan ulang tahunnya, Pastor Valent kembali mengingat motto tahbisannya, Nonne cor nostrum ardens erat~Bukankah hati kita berkobar-kobar  (Luk. 24:32). “Hati yang berkobar-kobar ini juga mengandung makna perutusan serta kekuatan untuk mewartakan injil Tuhan,” ujar Pastor Valent.

Ditanya mengenai perasaannya setelah kurang lebih sembilan bulan bertugas sebagai Pastor Neomis di Paroki Bunda Teresa Calcutta Griya Paniki Indah, Pastor Valent menyatakan dirinya merasa termotivasi dan bangga.

“Tapi di satu sisi, ini menjadi tantangan untuk terus mengobarkan semangat dalam pelayanan. Kiranya semangat ini akan terus menyala dan berkobar-kobar bukan meredup. Apapun situasinya akan tetap berkobar dalam melayani umat,” pungkas Pastor Valent.(komsosGPI)